Menanam bawang merah ibarat judi, karena harganya kerap fluktuatif, petani harus jeli membaca peluang dan tantangan. Agar saat musim panen harga berpihak pada petani. Fluktuatifnya harga tanaman holtikultura itu karena selama ini belum ada campur tangan dari instansi terkait, petani berjuang sendiri, bahkan mencari benih dari kabupaten lain, tepatnya di Kabupaten Nganjuk dan sampai ke kabupaten Brebes.

Suparwi, Anggota Kelompok Tani “Tani Sejati” Desa Pengkol, Kecamatan Penawangan menjelaskan, petani di desanya mulai tanam bawang merah. Sebab, mulai hari rabu kemarin Waduk Kedungombo mulai menggelontorkan air dan dari prediksi BMKG bulan depan sudah mulai musim hujan. ‘’Saya tergolong yang tanam awal karena sebelum Waduk Kedungombo buka kami sudah mulai mempersiapkan lahan dengan sumur Submersible’’ ujarnya kemarin .

Mbah Parwi menuturkan, “‘Musim tanam ini menanam 6 kwintal  bibit bawang merah dengan luasan lahan 0,5 hektar, sedangkan rerata petani bawang merah di Desa Pengkol antara 0,25 sampai 1 Hektar Disesuaikan dengan lahan yang dipunyai petani’’ imbuhnya

Mbah Parwi yang juga pedagang hewan tersebut menjelaskan, bibit bawang yang ditanam petani pengkol bermacam-macan ada yang dari Brebes, ada yang Lokal dan ada yang dari Nganjuk dengan hasil ukuran yang cukup besar. Rerata suplai bibit petani di Pengkol dari Kabupaten Brebes. Berharap musim panen ini diberengi dengan cuaca yang mendukung. Sebab, jika suplai air tidak maksimal àkan berdampak kualitas bawang merah.

” Tujuan kita menanam lebih awal karena jika panen awal kita akan memperoleh harga panen yang lebih stabil ” imbuhnya

Umur bawang merah sampai bisa dipanen paling cepat 60 hari. Jika ingin memperoleh maksimal perlu menunggu 65 sampai 70 hari. Para petani desanya saat panen menggunakan sistem Tebasan langsung di lahan.

Penebas banyak yang dari luar daerah seperti Demak, Sragen, dan Blora juga Penebas Lokal Grobogan ‘’Saat musim panen tiba tengkulak dari berbagai wilayah datang langsung ke lahan petani,’’ ungkapnya Rerata hasil panen petani berkisar 3,5 ton, dengan harga bawang merah perkilo Rp 15 ribu, dengan jumlah tersebut harga dirasa stabil.Harga bawang cenderung fluktuatif, bahkan pernah mengalami sampai harga Rp 8.000 sampai Rp 5.000

Waduk kedung Ombo di Buka, Petani Desa Pengkol Tancap Gas Tanam Bawang Merah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *