Pemerintah Desa Pengkol menerapkan kebijakan bekerja dari rumah (WFH) bagi sebagian besar pegawainya. Sesuai Instruksi Bupati Grobogan tertanggal 08 Januari 2020 No. 360/51/2021, sebanyak 75% Perangkat Desa  harus kerja dari rumah. Namun di beberapa organisasi perangkat daerah (OPD), kebijakan ini menyesuaikan kebutuhan.

Sekretaris Desa Pengkol, Agung Prabowo, mengatakan penerapan sistem kerja WFH dilakukan selama masa Pemberlaukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Persiapan sudah dilakukan dan sistem absen yang akan di gilir.

Agung juga mengatakan komposisi untuk penerapan WFH Perangkat Desa Pengkol sesuai kebutuhan dan kondisi pekerjaan  masing-masing. Dia mencontohkan pada Posisi Kepala Urusan menerapkan sistem 50% pegawai bekerja di kantor sisanya bekerja di rumah. Namun, Kepala Seksi yang berkaitan dengan pelayanan Masyarakat akan di gilir masing-masing 3 hari

“Sebenarnya kan ini untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mengantisipasi persebaran Covid-19. Tapi ada situasi yang harus dipetakan juga bagaimana pekerjaannya. Kalau kepala Seksi nanti tiga hari masuk kantor tiga hari di rumah.

Terkait efektivitas, Agung mengakui evaluasi proses bekerja di rumah bagi Perangkat Desa tidak begitu efektif lantaran adanya hambatan dalam masalah komunikasi dan kecepatan kebutuhan data. Namun, hal tersebut tetap diberlakukan lantaran merupakan kebijakan dari pemerintah.

” Kebijakan Program ini mulai evektif mulai hari ini hingga tanggal 25 Januari 2020 mendatang , dan bagi Warga Pengkol yang akan mengurus administrasi kependudukan agar memaklumi jika ada sedikit kendala terkait kebijakan PPKM ini” , Pungkas Agung

inilah Jadwal Keberangkatan Perangkat Desa Pengkol.

PPKM Diterapkan, Perangkat Desa Pengkol Sebagian Kerja Dari Rumah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *