Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tidak akan memperpanjang bantuan sembako bagi warga yang terdampak Covid-19. Karena pos Bantuan Sosial Non Tunai (BSNT) Provinsi Jateng tidak masuk dalam penetapan APBD Provinsi Jateng Tahun Anggaran 2021.

Informasi pengehentian bantuan sembako dari Surat Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah Nomor 465.3/071 tertanggal 13 Januari 2021 perihal Pemberitahuan Penghentian Program Pangan Masyarakat Terdampak Covid-19 Provinsi Jawa Tengah. Isi surat tersebut antara lain:

1. Terhitung mulai Januari 2021, Bantuan Pangan Masyarakat Terdampak Covid-19 Provinsi Jawa Tengah sudah tidak diperpanjang pelaksanaannya.

2. Bagi Kabupaten/Kota yang masih memberikan Bantuan Sosial Masyarakat Terdampak Covid-19 untuk dapat melaporkan ke Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah sebagaimana format terlampir dan dikirim paling lambat hari Senin, 25 Januari 2021 melalui email datafakirmiskin@gmail.com.

3.Informasi lebih lanjut dapat menghubungi Bidang Penanganan Fakir Miskin.

Sebelumnya pada tahun 2020, Pemprov Jawa Tengah menggulirkan bantuan sosial berupa sembako senilai Rp200 ribu per paket. Sebanyak 1,8 juta jiwa mendapat bantuan. Program itu menelan anggaran hingga Rp1,4 triliun.
Sebagai informasi, penerima bansos pangan dari provinsi di desa Pengkol pada tahun 2020 sebanyak 598 orang. itu berarti 598 KPM pada tahun 2021 tidak akan menerima Bansos Provinsi

Sementara program pemerintah pusat berupa bantuan sosial tunai (BST) Kemensos dan bantuan langsung tunai Dana Desa (BLT-DD) tetap berjalan.

“Pemerintah Desa Pengkol sangat menyayangkan keputusan tersebut, saat ini Penduduk desa Pengkol masih membutuhkan bantuan tersebut karena banyak warga desa Pengkol Khususnya yang terdampak pandemi Covid-19” Ujar Kades Pengkol, Sugiharto

Pemprov Jawa Tengah STOP Program Bantuan Pangan Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

512 gagasan untuk “Pemprov Jawa Tengah STOP Program Bantuan Pangan Bagi Masyarakat Terdampak Covid-19

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *