Musim panen raya padi  di persawahan Desa Pengkol Kecamatan Penawangan. Di sejumlah titik, kegiatan panen banyak terlihat. Sementara itu berkah panen tersebut juga di rasakan para kuli panggul yang menunggu di tepi jalan.

Sukamto,34, warga Jtimulyo, salah satu Kuli Panggul menyebutkan, saat musim panen seperti saat ini, dia akan Menunggu Truk yang akan memuat Gabah. Gabah dari yang sudah dibeli tengkulak dari petani itu akan di naikkan ke truk bersama teman-teman tukang Kuli Panggul Lainya. “Upah dari Kegiatan tersebut buat tambahan penghasilan karena upahnya cukup besar yaitu Rp 55.000 per ton, itu termasuk upah menimbang dan angkut ke atas truk kalau cuma angkut ke atas truk Rp.40.000” ucapnya.

“yang unik dari “Manol” ( kuli panggul ) adalah rasa gotong royong dan kerjasama tim karena mereka bergilir untuk dapat giliran mengangkat gabah ke atas truk dan hasilnya pun akan dibagi rata satu tim” Imbuh bapak dua anak tersebut.

berkah lain dari panen raya juga dirasakan para “PENGASAK” ( Pengais sisa Panen ) Hal itu pun terlihat dari banyaknya pengasak yang berkerumun di lokasi panen. Mereka terlihat banyak membawa hasil asakan di wadah yang mereka bawa. Kendati demikian, hasil asakan pada musim ini jauh berkurang dari musim-musim sebelumnya karena panen musim ini para petani dan tengkulak memakai “Combine” untuk memanen padi dari sawah jadi jang tercecer disawah tidak banyak jelasnya.

Kusrini, 50, salah satu pengasak menyebutkan, dia bersama teman-temannya menyempatkan waktu untuk berburu limpahan bulir padi saat proses Panen. Dalam sehari, hasil yang dia dapatkan tidak menentu. Jika sedang beruntung, Kusrini bisa membawa pulang gabah utuh sebanyak 5-10 kilogram. ”Pokoknya kalau lasah (wadah padi) ini penuh, ya 10 kg,” terangnya.

Selama ini, mereka sangat jarang menjual hasil tersebut kepada tengkulak atau penimbang. Selain jumlahnya tidak seberapa, mereka mengaku lebih senang membawa gabah itu ke rumah untuk digiling menjadi beras. ”Ini untuk dimakan sendiri. Tidak dijual,” terangnya.

Panen raya di Pengkol Berkah bagi Pemanol dan Pengasak

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *