Pengkol 19/09/2019 Hujan yang tidak kunjung turun menyebabkan bencana kekeringan yang terjadi di Grobogan bertambah parah. Indikasinya bisa dilihat dari bertambahnya jumlah desa yang mengalami dampak kekeringan.

Awal Agustus lalu, jumlah desa kekeringan baru berkisar 90 desa. Namun, saat ini, jumlahnya sudah bertambah jadi 117 desa yang tersebar di 15 kecamatan.

Dari 19 kecamatan yang ada, hanya wilayah Kecamatan Godong, Gubug, Tegowanu, dan Klambu yang relatif aman dari bencana kekeringan. Dibandingkan tahun sebelumnya, bencana kekeringan tahun ini dinilai paling parah.

Kemarau panjang yang masih terjadi membuat saluran irigasi, waduk dan Embung yang ada di Desa Pengkol Kecamatan Penawangan Kabupaten Grobogan mengalami kekeringan sehingga banyak sumur warga menjadi kering, Alhasil, banyak warga yang banyak beralih Membuat sumur bor dengan metode pompa air tanam ( Submercible ) dengan biaya yang cukup mahal antara 4-6 juta, karena sumur bor yang menggunakan pompa air ( Sanyo ) sudah tidak mampu lagi mengeluarkan air.

Warga Dusun Jatimulyo  misalnya. harus mengeluarkan biaya ekstra untuk membuat submercible

Wis Seminggu sumurku ra mili , Yo kepekso gawe Sibel senajan Larang ,” kata suparwi (54), warga Dusun Jatimulyo, Rabu(18/9).

Selain Suparwi, warga lainnya Ruswati juga mengaku untuk kebutuhan air rumah tangga. Setiap hari dirinya harus bangun dini hari untuk menyalakan pompa air ( Sanyo ) untuk keperluan mandi dan masak keluarga.

“Saya setiap harinya harus bangun jam 01:00 malam untuk menyalakan Sanyo, kalau tidak malam hari Sanyo gak mau keluar air untuk keperluan mandi dan masak keluarga saya,Mau buat Sibel biayanya Mahal jadi terpaksa saya siasati seperti ini” ujar Ibu dua anak ini.

Ruswati sangat berharap ada perhatian pemerintah daerah untuk bisa membantu pengadaan air bersih sehingga bisa membantu warga lainnya yang sumurnya mengalami kekeringan.

“Mudah-mudahan ada bantuan air bersih untuk kami sebab sumur banyak sudah kering,” ucapnya.

Kemarau Panjang warga Pengkol terpaksa beralih ke Sumur Submercible

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *