Para petani di Desa Pengkol Kecamatan penawangan Kabupaten Grobogan, mengalami rugi pada musim panen Februari 2021 ini lantaran harga gabah kering panen (GKP) anjlok sampai Rp3.500/kg. Anjloknya harga GKP disebabkan curah hujan tinggi. Sejumlah petani memilih memanen sendiri kemudian menjual Kuintalan.

Sariman, salah satu Petani desa Pengkol , Kamis (04/3/2021), menyampaikan panen raya terjadi di wilayah Kecamatan Penawangan dan sekitarnya hampir bersamaan, ini juga yang menjadi faktor rendahnya harga gabah di tingkat petani.

Dia mengatakan harga GKP itu turun signifikan, bahkan harga pada pagi dan siang hari pun berbeda. Dia menyebut panen menggunakan thresher untuk pagi hari harganya Rp3.500/kg. Sedangkan panen di siang hari harga naik menjadi Rp3.700- Rp 3.800/kg. Dia melanjutkan jika panen menggunakan combine harvester untuk pagi hari harganya Rp3.900/kg dan siang hari Rp4.100- Rp 4.200/kg.

“Padahal harga standar itu Rp4.500/kg. Pada panenan tahun lalu masih laku Rp4.700/kg. Bahkan  bisa sampai Rp4.900-Rp5.000/kg. Sekarang harga anjlok dan petani jelas rugi. Bahkan  padi sudah ditawar dan dikasih uang muka ternyata dibatalkan oleh penebas. Para penebas rela kehilangan uang muka karena diperhitungkan hasilnya anjlok,” ujar sariman

Selain harga yang jatuh, Sariman mengaku produktivitas padi juga turun. Sawah miliknya seluas 1 bau yang biasanya bisa menghasilkan 6 ton sekarang tinggal tersisa 5 ton , jadi turunnya sampai 1 ton.

“Akhirnya, saya pilih panen sendiri. Hasil panennya saya jual  kuintalan Hasilnya lebih baik daripada ditebaskan tengkulak,” jelas Sariman yang juga Anggota Kelompok Tant ” Tani Sejati 2 ”

Para Petani di Desa Pengkol berharap saat seperti ini Pemerintah bisa turun tangan untuk menstabilkan harga gabah di tingkat petani, karena dengan keadaan seperti ini petani merugi sebab biaya garap tidak sesuai dengan hasil yang diharapkan.

Harga Gabah Kering Panen Anjlok, Petani Pengkol Banyak yang Merugi

82 gagasan untuk “Harga Gabah Kering Panen Anjlok, Petani Pengkol Banyak yang Merugi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *