Diterjang Hujan Disertai Angin, Puluhan Hektar Padi Didesa Pengkol Ambruk – Desa pengkol Kec.Penawangan

Hujan disertai angin kencang yang terjadi Minggu sore (05/06/2022) menyebabkan puluhan hektare tanaman padi siap panen di Desa Pengkol Kecamatan Penawangan rebah, padahal tinggal menunggu waktu panen. Tanaman padi siap panen tersebut rusak berserakan sehingga petani berusaha mendirikan padinya.

Karno beserta istrinya, Senin (06/06) mengatakan,, tanaman padi ambruk biasanya pada Musim Tanam 1, tapi pada MT 2 ini kondisi alam tidak menentu seperti saat sekarang. Serangan angin yang kencang disertai hujan dalam beberapa hari belakangan ini berlangsung sangat cepat. “Tanaman padi yang sebelumnya tegak berdiri tiba-tiba rebah tidak kuat menahan angin. Di Desa Pengkol luas lahan yang rusak mencapai puluhan hektare dengan tingkat rebah yang berbeda”, ucap pemilik lahan 1 hektare itu.

Karno menjelaskan, rata-rata usia tanaman yang rebah berkisar umur 75-80 hari, buah biji padi sebenarnya sudah mulai menguning dan diperkirakan 15 hari lagi sudah panen. Bapak 3 anak itu mengaku pasrah dengan tanaman padi miliknya yang rusak berat. Upaya untuk menekan angka kerugian, tanaman padi yang sudah rebah ditegakkan kembali dengan cara diikat. “Dengan cara itu diharapkan tanaman padi tidak membusuk , sehingga masih bisa diselamatkan untuk dipanen, meskipun harus membayar upah buruh”, tutur Karno sembari diamini istrinya.

Karno mengestimasi, dia memiliki lahan 1 Bau namun tanaman padi yang rebah seluas seperempat Bau. Untuk menekan kerugian, dia harus mengupah 5 orang agar tanaman padinya kembali tegak. “Upah 1 orang per setengah hari Rp 50.000, jadi bila 5 orang tinggal kali kan saja berapa biaya yang harus dikeluarkan untuk mendirikan padi tersebut”, keluhnya.

Di lokasi berbeda, Pujiyono mengatakan hal sama. Ambruknya tanaman padi di Dusun Krajan Desa Pengkol ini berbeda-berbeda. Ada yang ambruk, saat padi masih usia muda dan ada yang ambruk namun usia padi sudah mulai menguning. Bila yang rebah itu masih padi usia muda, jelas kerugian akan semakin besar. Selain menyulitkan proses panen, tanaman padi yang ambruk bisa merusak buliran padi karena terendam air dan itu, hasil panen tidak maksimal.

Disebutkan Pujiyono lagi, hasil panen padi normal di Desa Pengkol per 1 hektar per musim bisa mencapai 7-9 ton. Dengan kondisi sekarang angka normal itu sudah pasti tidak tercapai. Dengan kondisi seperti ini, hasil panen petani kali ini mengalami kerugian.

 

Diterjang Hujan Disertai Angin, Puluhan Hektar Padi Didesa Pengkol Ambruk

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.